Jumat, 25 Maret 2011

Proses Pembentukan Urin dan Berkemih

Proses Terbentuknya Urine

Urine terbentuk setelah melalui proses penyaringan darah di ginjal. Darah masuk ginjal melalui pembuluh nadi ginjal. Ketika berada di dalam membrane glomenulus, zat-zat yang terdapat dalam darah (air, gula, asam amino dan urea) merembes keluar dari pembuluh darah kemudian masuk kedalam simpai/kapsul bowman dan menjadi urine primer. Proses ini disebut filtrasi.

Urine primer dari kapsul bowman mengalir melalui saluran-saluran halus (tubulus kontortokus proksimal). Di saluran-saluran ini zat-zat yang masih berguna, misalnya gula, akan diserap kembali oleh darah melalui pembuluh darah yang mengelilingi saluran tersebut sehingga terbentuk urine sekunder. Proses ini disebut reabsorpsi.

Urine sekunder yang terbentuk kemudian masuk tubulus kotortokus distal dan mengalami penambahan zat sisa metabolism maupun zat yang tidak mampu disimpan dan akhirnya terbentuklah urnine sesungguhnya yang dialirkan ke kandung kemih melalui ureter. Proses ini disebut augmentasi. Apabila kandung kemih telah penuh dengan urne, tekanan urine pada dinding kandung kamih akan menimbulkan rasa ingin buang air kecil atau kencing.

Urine mengandung zat padat sebesar 4 persen dan 96 persen air. Zat-zat padat yang ada dalam urine adalah sebagai berikut :

a. Urea, air dan ammonia sebagai sisa perombakan protein
b. Zat warna empedu yang member warna kuning pada urine
c. Zat-zat yang berlebihan dalam darah misalnya vitamin, sisa obatan, hormone dan
zat kimia yang berasal dari makanan.
d. Garam-garaman khususnya garam dapur.



Banyaknya urine yang dikeluarkan dari dalam tubuh seseorang yang normal sekitar 5 liter setiap hari. Factor yang mempengaruhi pengeluaran urine dari dalam tubuh tergantung dari banyaknya ar yang diminum dan keadaan suhu apabila suhu udara dingin, pembentukan urine meningkat sedangkan jika suhu panas, pembentukan urine sedikit.

Pada saat kita minum banyak air, kelebihan air akan dibuang melalui ginjal. Oleh karena itu jika banyak minum akan banyak mengeluarkan urine. Warna urine setiap orang berbeda-beda. Warna urine biasanya dipengaruhi oleh jenis makanan yang dimakan, jenis kegiatan atau dapat pula disebabkan oleh penyakit. Namun biasanya warna urine normal berkisar dari warna bening sampai warna kuning pucat.

Sedangkan pada proses nyta darah dari pembuluh nadi ginjal akan disaring oleh bagian badan Malpighi. Darah di dalam glomerulus mengandung air,gula,garam,urea dan asam amino. Molekul yang berukuran besar seperti protein dan sel darah tidak dapat melalui glomerulus.
Setelah mengalami penyaringan (filtrasi),hasilnya berupa filtrat glomerulus kemudian masuk ke kapsula Bowman. Filtrat ini disebut unrine primer.

Di dalam urine primer masih terdapat zat yang masih di perlukan tubuh,urine primer ini akan mengalir melalui saluran berliku-liku dan dikelilingi pembuluh darah.Pada saluran ini terjadi penyerapan kembali(reabsorpsi).
Saluran terserbut akan menghasilkan cairan dengan kadar urea yang lebih tinggi lagi,yang disebut

Urine ini bercampur dengan zat lain yang sudah tidak di perlukan lagi oleh tubuh,sehingga diperolehlah hasil penyaringan berupa urine.

Selanjutnya urine ini dikumpulkan di saluran pengumpul menuju ke rongga ginjal. Urine di alirkan melalui ureter menuju ke kandung kemih dan dikeluarkan di uretra.








Dalam keadaan normal,urine mengandung zat sebagai berikut:

1) Air.
2) Urea,asam urea,amion yang merupakan sisa sisa pembongkaran protein.
3) Garam mineral,terutama garam dapur
4) Zat warna empedu yang memberi warna kuning pada tinja dan urine.
5) Zat-zat yang berlebihan dalam darah,misalnya obat- obatan,vitamin,
enzim,dan hormon.



Referensi:
http://nurad1k.blogspot.com/2010/02/anatomi-fisiologi-sistem-perkemihan.html
http://id.shvoong.com/exact-sciences/1998449-proses-terbentuknya-urine/

Posting by :

Agus Supiyan _2a_AKPER PEMDA GARUT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar